Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

MEMBERSIHKAN HATI DENGAN ISTIGHFAR

Bismillahirrahmannirrahim.....


Istighfar, adalah dzikir yang artinya memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat.  

Dalam suatu hadist yang indah, Rasulullah bersabda :

" Setiap manusia pasti banyak berbuat kesalahan, dan sebaik baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang orang yang bertaubat."

Kemudian dalam suatu riwayat lain 

“Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah menjadikan untuk tiap kesedihannya jalan keluar dan untuk tiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” 

Bertaubat artinya bersungguh sungguh untuk tidak mengulangi kesalahan yang diperbuat, Ucapan Istighfar untuk memohon ampunan tidak saja diucapkan secara lisan tapi diikuti oleh hati dan perbuatan, agar kita bukan termasuk orang orang yang melakukan perbuatan dusta.

Oleh karena itu, mari kita bersungguh sungguh dalam ucapan istighfar kita sesuai dengan hakikat istighfar agar kita tidak menjadi pembohong dalam artian selalu mengucapkan istighfar, tetapi tetap menjalankan hal hal yang tidak disukai Allah. 


Ali bin Abi Thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa". "Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi", kata Ali. Orang itu menjawab,"Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi". Ali berkata, "Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi". Orang itu bertanya lagi, "Sampai kapan?" Ali menjawab, "Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

Demikianlah, setan  tidak lengah untuk mengajak manusia dalam perbuatan yang tidak baik, maka kitapun tidak boleh lengah untuk selalu memohon ampun kepada Allah dan selalu meminta petunjuk Allah.

Dan Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, selalu menyediakan ampunan atas dosa yang telah kita perbuat, bukankah ini wujud kasih sayang Allah yang begitu besar kepada ciptaanNYA, karena meskipun kita telah kotor oleh dosa dosa, Allah akan mengampuni hamba hamba yang memohon ampunan.

Dalam sebuah surah : 

" Maka aku berkata (kepada mereka) Mohon-lah ampun kepada RABB-mu sesungguhnya DIA adalah Maha Pengampun." [QS. Nuh :10]

Kemudian dalam surah yang lain : 


" Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. An Nisa :106]


Yang harus selalu kita ingat, kita tidak boleh berputus asa atas dosa dosa di masa lalu, karena Allah mengampuni orang orang yang minta ampunan, menerima tobat orang orang yang menyesali dosa dosanya, dan menyambut setiap hamba yang kembali ke jalanNYA...

Mari kita selalu beristighfar, belajar dari kesalahan dan meninggalkannya, berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri dan memaafkan kesalahan orang lain.













Senin, 05 Juni 2017

HAKIKAT CINTA

Semua orang senang menjadikan cinta menjadi tema pembicaraan. Karena memang cinta adalah sumber kebahagiaan Seseorang yang dekat dengan yang dicintai pasti bahagia dan tentram hidupnya cinta yang membuat orang begitu berbahagia, bisa jadi begitu beragam. Bahkan seolah olah menjadi pemikiran yang tidak sederhana. Cinta yang tulus adalah cinta yang tidak meminta imbalan, kecintaan terhadap kekasih dan hanya memandang kepada sang Kekasih telah membuat bahagia. Cinta yang ingin berbalas cinta. Inilah yang umum dalam kehidupan kita di masyarakat, dan inilah yang menimbulkan ,ketidaknyamanan dalam banyak hati manusia. Mereka yang mencintai orang lain namun masih lebih mencintai diri sendiri selalu mengharap balasan cinta dari orang yang disukainya. Sesungguhnya cinta yang mereka berikan adalah untuk menyenangkan kehidupan pribadinya sendiri Orang dalam kehidupan cinta yang seperti ini akan marah apabila keinginannya tidak terpenuhi, keamanan dan kenikmatan diri sendirilah yang dicari. Cinta yang tulus adalah cintaNYa kepada manusia. Seperti Yahya Bin Muadz Ar Razi memberikan nasihat, saat melihat seorang ibu mencium anaknya dengan kasih sayang, beliau mengatakan inilah cinta ibu kepada anaknya, dan ibu adalah yang melahirkan, lalu bagaimana dengan cinta Allah kepada manusia, sedangkan Allah adalah yang menciptakan. Cinta sejati adalah cinta Ilahiyah, coba kita lihat lagi kedekatan kita kepadaNYa, perbarui terus menerus rasa cinta kita, Kebahagiaan kita ada di sana, Ya CahayaNYa adalah Cinta, Cinta yang Ghaib.

Entri yang Diunggulkan